Notification

×

Iklan

Iklan

 


Kepala SMAN 1 SUKATANI Klarifikasi Terkait Dugaan Penipuan SK Kenaikan Pangkat Palsu.

Kamis, 22 Agustus 2024 | Agustus 22, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-14T11:42:11Z

Ket Foto : H. Didi Rosidi

Kab. Bekasi | mediaselidikkorupsi.id-
Latar belakang dugaan kasus dalam pemberitaan yang ada di media cetak dengan judul 'Enam Guru SMAN Kab. Bekasi Diduga Korban Penipuan SK Kenaikan Pangkat Palsu' disampaikan bahwa ada oknum yang diduga berperan dalam memanipulasi berkaitan dengan kenaiakan pangkat guru di SMAN 1 Sukatani tersebut.

Pernyataan kepala sekolah menanggapi tudingan tersebut kepala SMAN 1 Sukatani, H Didi Rosidi, SPd., yang sekarang menjabat kepala sekolah di SMAN 1 Cikarang Utara memberikan klarifikasi kepada awak media, kamis (22/08/2024).
H. Didi Rosidi menyatakan bahwa benar dirinya menandatangani rekomendasi pengusulan kenaikan pangkat untuk para guru di sekolahnya pada tahun 2019.
Namun, ia menegaskan bahwa peranya hanya sebatas memberikan rekomendasi sebagai bagian dari kewajibanya sebagai kepala sekolah.

Saya betul menandatangani rekomendasi pengusulan kenaikan pangkat utuk bapak ibu guru di SMAN 1 Sukatani, tetapi hanya sebatas menandatangani usulan, selebihnya proses pengusulanya dilakukan oleh setiap masing-masing guru dan dibantu oleh Kasubag," ujar H. Didi.

Proses Pengusulan Kenaikan Pangkat.

H. Didi lebih lanjut menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui proses detail dari pengusulan tersebut.
"Saya kepala sekolah tidak mengetahui mengenai hal itu.Tuduhan bahwa saya membantu memperlancar ataupun mempermudah proses itu tidak benar.
Saya hanya memberikan rekomendasi karena itu kewajiban saya sebagai pemimpin.Apakah yang bersangkutan di ACC atau untuk di izinkan naik pangkat atau tidak boleh atau belum di izinkan atau mungkin ada peraturan lain belum terpenuhi, itu semua dilakukann semua masing-masing pribadi bapak ibu guru yang usul naik pangkat," tambahnya.

Pada akhirnya H. Didi menutup dengan peryataan "bahwa semua yang di beritakan oleh media cetak adalah tidak berdasar.
Jadi sekali lagi , apapun yang di beritakan tersebut omong kosong," pungkas H. Didi Rosidi.

Red
×
Berita Terbaru Update