Notification

×

Iklan

Iklan

 


Tudingan Intervensi Penunjukan Dirut PT BSP Ditanggapi Santai, Bupati Siak Tegaskan Komitmen Transparansi

Minggu, 08 Februari 2026 | Februari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-08T02:00:59Z


Siak | media selidik korupsi.
Maraknya tudingan adanya intervensi kekuasaan dalam proses penunjukan Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Siak Pusako (BSP) ditanggapi dengan santai oleh Bupati Siak, Afni. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pengambilan keputusan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan tidak ada intervensi kekuasaan sebagaimana yang dispekulasikan sejumlah pihak.

Bupati Afni menjelaskan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BSP memang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Namun, agenda pemilihan Direktur Utama PT BSP ditunda hingga pasangan Afni-Syamsurizal resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Siak. Penundaan tersebut, kata Afni, dilakukan demi menjaga etika pemerintahan serta memastikan proses berjalan secara tertib dan akuntabel.

Menanggapi tudingan adanya campur tangan kepala daerah, Afni menegaskan bahwa kewenangan pemilihan Direktur Utama PT BSP sepenuhnya berada di tangan Tim Panitia Seleksi (Pansel). Tim tersebut terdiri dari kalangan profesional dan independen yang bekerja berdasarkan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan.

“Saya tegaskan, pemilihan Dirut BSP bukan kewenangan pribadi bupati. Semua berada di tangan pansel yang independen dan profesional,” ujar Afni.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan proses seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan melalui mekanisme fit and proper test yang ketat, sehingga figur yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi di bidang minyak dan gas.

Dalam kesempatan tersebut, Afni mengajak seluruh pihak yang merasa memiliki kapasitas dan memenuhi persyaratan untuk tidak ragu mengikuti proses seleksi Dirut PT BSP.

“Saya mengajak siapa saja yang profesional dan memenuhi syarat untuk ikut seleksi. PT BSP membutuhkan pemimpin yang kompeten dan berintegritas,” katanya.

Menanggapi berbagai spekulasi publik terkait arah kebijakan dalam pemilihan jajaran direksi BSP, Afni kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap perusahaan daerah tersebut.

“Saya tidak punya kepentingan pribadi di PT BSP. Kepentingan saya hanya satu, bagaimana BUMD ini dikelola secara profesional dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi Kabupaten Siak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Afni juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus memberikan perhatian dan kritik konstruktif. Ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi dan pengawasan publik.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang peduli terhadap kemajuan Kabupaten Siak. Saya tidak anti kritik,” ucapnya.

Secara khusus, Afni menanggapi sikap kritis Forum Pemuda Mahasiswa Peduli Hukum (F-PEMAPHU) Provinsi Riau. Menurutnya, kekhawatiran yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan daerah.

“Saya memahami kekhawatiran adik-adik di F-PEMAPHU. Saya berharap mereka terus memberikan perhatian dan pengawasan demi kemajuan Kabupaten Siak,” tutup Afni.

Dengan penegasan tersebut, Pemkab Siak berharap proses penunjukan pimpinan PT BSP dapat berjalan objektif, akuntabel, serta menghasilkan kepemimpinan yang profesional bagi keberlanjutan BUMD kebanggaan daerah itu. 

Mengenai Nama Riki Hariansyah yang disebut sebagai titipan Bupati.
"Saya pastikan tidak ada titipan nama siapapun dari saya silahkan Pansel yang memproses dan menentukan,"tegas Bupati.


Red
×
Berita Terbaru Update